Faktor yang Membuat Premi Asuransi Kesehatan Mahal

Ada kalanya, penyakit tidak terdeteksi sejak dini dan membuat penderita harus menahan sakit atau bahkan jatuh pingsan secara tiba-tiba. Tanpa persiapan dana yang mencukupi, sejumlah pasien harus rela berobat ala kadarnya dan tersiksa dalam kurun waktu tertentu. Memang saat ini sudah ada kartu BPJS dari pemerintah tapi layanan ini tidak didapat oleh semua orang dan layanan ini pula tidak mengcover semuanya. Selain itu, pemilik juga harus membayar iuran setiap bulan jika tak ingin kartu kesehatan tersebut hangus. Karena hal inilah disaran untuk membeli produk asuransi kesehatan dari perusahaan asuransi agar bisa mendapatkan proteksi sesuai harapan. Oya, apakah Anda sudah membeli health insurance? Jika jawabannya belum, segera beli demi kebaikan Anda sendiri. Namun, sebelum itu, dianjurkan untuk mencari berbagai informasi terkait asuransi ini agar tak salah pilih dan menyesal nantinya. Salah satu hal penting yang harus Anda ketahui adalah faktor apa saja yang membuat premi asuransi ini menjadi mahal. Simak penjelasan detailnya di bawah ini:

Usia nasabah yang sudah tidak muda lagi

Pihak asuransi sudah menetapkan umur calon nasabah yang bisa membeli asuransi kesehatan dari mereka. Sejumlah perusahaan membatasi calon nasabah maksimal berusia 60 tahun dan beberapa perusahaan lainnya di atas 60 tahun. Selain itu, usia juga menjadi faktor dari jumlah premi yang harus dibayar oleh nasabah nantinya. Untuk nasabah yang masih terbilang muda dan produktif, jumlah premi yang harus mereka bayar jauh lebih kecil dibandingkan nasabah yang sudah tua. Mengapa? Hal ini dikarenakan nasabah yang sudah tua memiliki kemungkinan jauh lebih besar dibandingkan nasabah yang berusia muda untuk jatuh sakit. Memang hal ini tak dapat dipungkiri, apalagi saat ini sudah banyak makanan instan dan siap saji yang dikonsumsi oleh banyak orang. Dampaknya memang kebanyakan tidak terlihat di usia muda tapi ketika sudah berusia di atas 40 tahunan, dampak negatif dari makanan tersebut baru terasa. Selain itu, makan tersebut juga menjadi faktor menurunnya angka harapan hidup banyak orang.

Riwayat kesehatan yang menunjukkan adanya penyakit serius

Perusahaan asuransi akan meminta calon nasabah untuk membuat surat keterangan dari dokter mengenai riwayat kesehatan guna mengetahui kondisi kesehatan calon nasabah sebenarnya. Mereka juga bisa saja melakukan medical checkup untuk menghindari tindak penipuan. Jika ternyata, penderita mengindap penyakit serius dan tercover dalam proteksi yang diberikan asuransi, besar kemungkinan premi yang harus dibayar nasabah akan mahal. Hal ini dikarenakan pihak asuransi ingin mengantisipasi biaya pengobatan jika nasabah tiba-tiba jatuh sakit padahal baru beberapa kali membayar premi. Selain itu, kebanyakan perusahaan asuransi kesehatan juga menetapkan aturan bahwasannya nasabah tidak bisa mengajukan klaim jika belum genap 1 atau 2 tahun membayar premi.

Perlindungan tambahan yang diambil

Perlu kehati-hatian dalam membeli asuransi kesehatan. Yang murah, belum tentu memberikan cover secara maksimal sehingga disarankan untuk berhati-hati dalam memilih. Sementara itu, yang terbilang standar, juga belum tentu memberikan pelayanan medis sesuai harapan. Alhasil, nasabah harus mengambil perlindungan tambahan guna mengcover masalah kesehatan yang mereka alami. Hal ini sebenarnya wajar dan bukan masalah serius tapi dengan mengambil perlindungan tambahan, jumlah premi pun akan meningkat beberapa persen dari premi dasar. Tidak usah terkejut jika terjadi kenaikan premi dari yang sebelumnya pas di kantong dan akhirnya lebih besar. Jika perlindungan tambahan ditangguhkan atau dibatalkan, premi akan kembali ke awal.